Negeri Senja Book Pdf ePub

Negeri Senja

by
3.77847 votes • 68 reviews
Published 01 Jan 1970
Negeri Senja.pdf
Format Paperback
Pages243
Edition3
Publisher Kepustakaan Populer Gramedia
ISBN 9799023963
ISBN139789799023964
Languageind



Daftar Isi:
Prolog
Matahari Tidak Pernah Terbenam di Negeri Senja
Bagian 1
Penunggang Kuda dari Selatan
Peristiwa di Kedai
Penginapan Para Leluhur
Rumah Bordil di Padang Pasir
Perempuan dari Balik Cahaya
Bagian 2
Komplotan Pisau Belati
Usaha Pembunuhan Tirana
Tirana, Perempuan Penguasa yang Buta
Kaum Cendekiawan dalam Kegelapan
Suatu Ketika di pasar
Penangkapan Tokoh Perlawanan
Penjara
Gerakan Bawah Tanah
Proklamasi Partai Hitam
Bagian 3
Pengembara di tepi Sungai
Seorang Pembicara
Para Pelajar Sekolah Bebas
Mazhab Pasar Malam
Bagian 4
Kisah Cinta Tirana, Jika Memang Benar Adanya
Perempuang dengan Anting-anting di Puting Kiri
Perempuan dengan Rajah Ular yang Membelit Tubuhnya
Perempuan di Bawah Menara
Antara Alina dan Maneka
Bagian 5
Pemberontokan
Usaha Pembunuhan Tirana II
Pembantaian
Para Kekasih yang Terbunuh
Khotbah di Kuil Matahari
Epilog
Ketika Pengembara itu Pergi, Matahari Belum juga Terbenam di Negeri Senja

"Negeri Senja" Reviews

cindy
- Semarang, Indonesia
4
Tue, 28 Feb 2012

MATAHARI TIDAK PERNAH TERBENAM DI NEGERI SENJA
Senja seharusnya datang dan pergi. Senja seharusnya indah walau temaram. Senja seharusnya penuh kedamaian walau tak lama. Senja seharusnya.....
Namun di Negeri Senja ini semuanya tidak seperti itu. Senja, walau memukau, ternyata menyembunyikan banyak konflik dan kesedihan. Dan di antara remang-remang senja, SGA menyisipkan banyak pemikiran. Tentang kekuasaan, kekerasan, pembunuhan dan teror. Tentang perlawanan, yang bukan dimulai dari gerakan, namun dari dicernanya ide tentang kebebasan, dari sejarah dan dari pembelajaran. Tentang cinta, para kekasih yang hilang dan semua kenangan yang ditinggalkan. Dan di akhir semua itu, tentang kekalahan dan kegetiran, dan kehidupan yang berjalan terus. Walau matahari masih enggan terbenam, di Negeri Senja.
***
Novel SGA pertama yang kubaca, dan langsung terpesona pada keindahan bahasa galaunya. Sebenarnya ingin memberi bintang 5 dan calon buku fav-ku, namun akhir kisah yang teramat sendu membuatku merasa seperti menjalani lamunan panjang yang terbuyarkan tiba-tiba dan hanya menyisakan sepercik kenangan sedih. Bintang 4 setengah.

Agustina
- Indonesia
5
Wed, 02 Jan 2013

“Aku membayangkan segala sesuatu yang mungkin dibayangkan, dari aroma parfum yang mengabdi kepada kepentingan tubuh dalam percintaan. Siapakah ia yang merasa bisa menggairahkan percintaan dengan segala aroma? Aku tidak melihat sesuatu dan hanya merasakan tubuhnya, aku tidak melihat tubuhnya dan hanya menghirup baunya; kemudian aku mendengar desahnya yang begitu basah, seperti lidah ombak yang terserap pasir, mendesah dan merintih…
Permainan cinta tidak selalu berhubungan dengan peristiwa cinta, bahkan kadangkala sama sekali tidak ada hubungannya. Permainan cinta kadang seperti sebuah pertempuran, siapa berhasil mengalahkan siapa; permainan cinta menjadi suatu perkelahian, dimana erang menjadi raungan dan lenguh menjadi auman binatang buas yang menerjang-nerjang. Permainan cinta terlalu sering berlangsung tanpa cinta, di mana tubuh menemukan bahasanya sendiri, dan cinta menguap entah kemana”
Saya sangat menyukai bagian ini. Dimana Seno berhasil menuturkan adegan permainan cinta yang puitis namun juga realis. Tanpa ada kata-kata menjijikkan layaknya novel stensilan murahan. Penggambaran mengenai bagaimana ia terlarut dalam sebuah adegan bercinta dan percintaan itu sendiri menggugah saya untuk berpikir. Tenang… bukan berpikir jorok melainkan berpikir ulang mengenai esensi permainan cinta itu sendiri. Bahwa, permainan cinta sekarang hanya sebuah label untuk menunjukkan betapa ‘having sex’ adalah sebuah cinta. Nyatanya, (kebanyakan) ‘having sex’ hanya sebuah permainan yang mengatasnamakan cinta.
Interpretasinya bisa macam-macam. Misalnya, kekerasan yang mengatasnamakan agama dan Tuhan yang nyatanya hanyalah sebuah permainan oknum-oknum *******
Novel Negeri Senja sendiri sangat patut diacungi jempol. Novel yang saya rasa beraliran surealisme ini memainkan imajinasi kita akan sebuah negeri yang selalu senja, dengan kubah langit yang selalu dibaluri dengan semburat keremangan senja yang kemerahan-merahan. Berpadu dengan langit yang keunguan muram. Bercerita tentang seorang pengembara yang tak pernah kembali ke tempat yang sama.
Menginterpretasikan banyak hal. Kekejaman penguasa, manipulasi agama, waktu yang sulit untuk ditebak kecuali orang-orang yang semakin menua. Kekerasan menjadi sebuah kewajaran, dimana di setiap lorong dan sudut kota hampir setiap hari ditemukan mayat bergelimpangan dalam keadaan naas.
Kata cinta yang dihapuskan dari kamus dan tak pernah diperbincangkan di Negeri Senja. Keheningan, karena penduduk Negeri Senja jarang berbicara (atau takut berbicara). Ada juga sisi feminisme dalam cerita Negeri Senja, dimana penguasanya, Tirana, adalah seorang wanita buta yang telah berkuasa selama 200 tahun dengan kekejaman tiada tara. Malahan, pada akhir cerita ini orang-orang di Negeri Senja baik penduduk maupun pengembara dibantai habis-habisan. Hanya menyisakan beberapa orang yang berhasil sembunyi dibawah tumpukan mayat, menyisakan luka dan trauma mendalam. Negeri Senja hanya dilingkupi padang pasir yang terhampar luas. Karena, Guru Besar, mantan kekasih Tirana, tewas mengenaskan dibunuh oleh Gerakan Perlawanan di tiang gantungan dengan 12 pisau belati (kalau tdk salah) yang menancap ditubuhnya. Tirana, yang masih memiliki sisi sensitivitas yang tidak disadari oleh orang-orang bahwa wanita yang sakit hati bisa lebih kejam dari apapun .
Menunjukkan bahwa wanita bukanlah makhluk lemah, namun di sisi lain ia bisa menjadi sangat kejam. Membuka pikiran kita tentang apa yang terjadi di negeri kita sendiri dengan bercermin pada cerita Seno di Negeri Senja.
I recommend this novel to you all.

jessie
3
Tue, 15 Dec 2015

Saya berusaha keras menyelesaikan buku ini. Dan hasilnya adalah Seno sukses bikin saya berpikir senja tak lagi indah. Setiap kali saya baca buku ini, tiba-tiba badan saya seperti ikutan pindah ke negeri senja. Merasakan panasnya negeri senja dimana matahari terkatung-katung di cakrawala. Tak lagi terbit, tak hendak tenggelam. Tiba-tiba kepala saya seperti terkena cahaya senja. Oranye. Dimana-mana oranye. Kalau saya lagi nggak tahan, saya tutup buku ini dan kembali ke dunia nyata.
Saya tidak menyangkal dan bahkan mengagumi fantasi Seno yang luar biasa dalam buku ini. Tapi sampai akhir buku saya masih belum juga mendapatkan jawaban. Siapakah pengembara? Siapakah Puan Tirana? Siapakah Alina? Siapakah Maneka? Mengapa Puan Tirana begitu berambisi menjadi pemimpin utama Negeri Senja? Tak ada yg berharga disitu. Hanya pasir belaka. Hanya keremangan belaka. Hanya langit oranye belaka. Apa yang ingin didapatkan Puan Tirana disitu?
Saya berharap di akhir saya bisa dapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang terus ada di kepala saya saat membaca buku ini.
Sayang. Seperti pengembara itu, saya juga tersesat. Tak juga saya temukan apa yang saya cari. Konon, dan memang hanya konon, senja selalu hadir saat saya membaca buku ini. Matahari tak juga tenggelam saat saya selesaikan buku ini.

Nadia
- Yogyakarta, Indonesia
5
Sun, 17 Jun 2012

keren banget buku ini.
sayangnya ini buku pinjem dari mas pandasurya.
padahal tanganku udah gatel banget pengen nyoret-nyoret.
ijin potokopi mas!

Alan
- Mulia, 35, Indonesia
3
Thu, 03 Dec 2015

buku pertama yang kelar dibaca di tahun 2016...

Haifa
- Bandung, 04, Indonesia
5
Wed, 07 Feb 2018

Sengaja aku membaca setiap cerita senja yang seno tulis. Termasuk negeri senja. Sebelumnya saya membaca cerpen cerpen dan trilogi alina. Dan saya kira sebenarnya seno menceritan negeri senja yang sama.
Tak pantas kiranya negeri senja ini dikatakan buku roman. Sebab yang aku lihat hanya pembunuhan dan kekejaman pemerintahan Tirana. Telah 200tahun Puan Tirana sang penguasa yang buta itu berkuasa.
Ia dapat membaca pikiran penduduk negeri senja, inilah yang disadari pengembara ketika memasuki negeri senja. Penduduk negeri senja hidup dalam ketakuan Tirana.
Tirana akan mengutus pengawal kembar untuk membunuh penduduk yang berfikir menentang kekuasaannya. Selain itu, entah bagaimana caranya, Tirana juga mampu mengikat roh roh dari jasad yang telah mati.
Negeri senja adalah negeri yang selalu dalan keadaan senja, sebab matahari tersangkut di cakrawala, dan tak pernah terbenam selama lama nya.
Dua kali rencana pembunuhan Tirana oleh kaum pemberontak, tapi Tirana seperti bayangan hitam yang berjalan perlahan.
Banyak misteri yang tak terungkap dari negeri senja, sebab cerita ini hanya ditumis oleh seorang mengembara yang tak ingin mengetahui banyak tentang rahasia negeri senja.
Kiranya pembaca tidak puas, atau kesal, mending buat cerita bualan saja untuk mengada ada sejarah negeri senja.
#negerisenja #senogumiraajidarna #sga #oneweekonebook #seminggusebuku #recomendedbook

Smiliar Books of "Negeri Senja"

Orang-orang Proyek Pdf Book
by Ahmad Tohari
Arus Balik Pdf Book
by Pramoedya Ananta Toer
Rara Mendut: Sebuah Trilogi Pdf Book
by Y.B. Mangunwijaya
Pengakuan Pariyem Pdf Book
by Linus Suryadi
Khotbah di Atas Bukit Pdf Book
by Kuntowijoyo
Jalan Tak Ada Ujung Pdf Book
by Mochtar Lubis
Tarian Bumi Pdf Book
by Oka Rusmini